Berita Hawzah – Acara "Mahfil Setareha" (Majelis Bintang-Bintang) dalam rangka menyambut peringatan Pekan Pertahanan Suci hari ini diadakan dengan kehadiran keluarga-keluarga syuhada dan para veteran, perwakilan rakyat Provinsi Khuzestan di Majelis Ahli Kepemimpinan, pejabat Kantor Perwakilan Wali Faqih di Markas Wilayah Karbala, staf markas tersebut dan jajaran Angkatan Darat Garda yang bermarkas di Provinsi Khuzestan, di Monumen Letnan Jenderal Syahid Haji Ali Hasyimi, Ahvaz.
Hujjatul Islam wal Muslimin Amir Reza Hedai, Direktur Hawzah Ilmiyah Provinsi Khuzestan, dalam acara ini dengan menjelaskan cara-cara spiritual menjalin hubungan dengan Imam Zaman (aj), menekankan empat poros utama dalam jalan ini.
Ia menyebut langkah pertama dalam menjalin hubungan spiritual dengan Imam Zaman (aj) adalah memperhatikan dosa-dosa lisan dan menyatakan: Dosa-dosa lisan termasuk bencana besar dalam hubungan manusia dengan Imam Zaman (aj) dan seorang mukmin harus menjaga diri darinya.
Perwakilan rakyat Khuzestan di Majelis Ahli Kepemimpinan, menyebut mengingat Imam Zaman (aj) dan perhatian khusus kepada beliau (aj) sebagai salah satu prinsip penting lainnya dalam jalan ini dan menegaskan: Perhatian kepada Imam (aj) harus berada di puncak program dan kehidupan seorang mukmin setiap hari dan setiap malam.
Hujjatul Islam wal Muslimin Hedai dalam menjelaskan poros-poros lain hubungan spiritual dengan Imam Mahdi (aj), mencatat: Mendekatkan diri kepada sistem Imam Zaman (aj) melalui pelaksanaan kewajiban dan kepatuhan kepada Wilayat (Kepemimpinan Ilahi), akan memuluskan jalan kedekatan Ilahi.
Ia dengan mengenang para syuhada, menyebut para pejuang Islam sebagai teladan ketahanan, jihad, dan akhlak serta menyatakan: Para pejuang Islam di tengah medan, menghantamkan cambuk azab ke atas kepala musuh yang kejam dan penghisap darah manusia yaitu rezim Amerika yang kriminal dan rezim Zionis Israel yang merampas, namun pada saat yang sama, di medan jihad melawan hawa nafsu dan menjaga akhlak, mereka semua adalah teladan bagi masyarakat Islam.
Direktur Hawzah Ilmiyah Provinsi Khuzestan dengan menekankan keterkaitan antara kepahlawanan, pembelaan terhadap kehormatan dan Wilayat, dengan menyebut keteguhan rakyat dan angkatan bersenjata dalam menghadapi arogansi dan penuntutan atas darah Imam yang syahid dan para syuhada tanah air, menyatakan: Ketahanan menghadapi musuh asing dan komitmen terhadap akhlak adalah ciri-ciri pejuang Pasukan Islam.
Pada akhirnya acara "Mahfil Setareha" ini diakhiri dengan ziarah ke makam mulia Letnan Jenderal Syahid Haji Ali Hasyimi dan para syuhada agung lainnya.
Komentar Anda